Salah satu manfaat membeli makanan organik adalah memberikan dampak positif bagi lingkungan, serta hewan dan manusia yang tinggal di sana. Lebih lanjut, menurut Algafry, Bimbingan Teknis agri bisnis Pengolahan Pupuk Organik merupakan solusi untuk mengembangkan sumber daya manusia yang mampu memproduksi pupuk organik guna mendorong pembangunan pertanian organik dalam jangka panjang.
Standar IFOAM, yang didirikan pada tahun 1980, adalah standar dasar untuk produk dan proses organik. Menurut sebuah studi tahun 2001 di Amerika Serikat yang mengamati 150 musim tanam sereal dan kedelai, pertanian organik menghasilkan antara 5% dan setara dengan pertanian konvensional.
Untuk memutus siklus hama dan mengidentifikasi tanaman tumpangsari yang dapat menyumbangkan unsur hara bagi tanah, diperlukan teknik seleksi rotasi tanaman dan pengetahuan. Pengemasan untuk produk organik mencoba menggunakan bahan yang dapat didaur ulang atau bahan yang dapat didaur ulang oleh mikroorganisme. Hormon tumbuhan dan aditif sintetis tidak boleh digunakan dalam pakan ternak.
Manufaktur pada awalnya dianggap mampu meningkatkan hasil produksi pertanian, baik dalam hal pemupukan lahan maupun pengendalian hama. Namun, setelah beberapa dekade, praktik ini menjadi problematis, terutama dalam hal kerusakan ekosistem lahan pertanian dan kesehatan petani. Menurut A. Kasno, peneliti dari Balittanah, produk pertanian organik lebih berkualitas, lebih sehat, dan lebih cocok untuk konsumen berpenghasilan tinggi. Selain itu, daya dukung lahan sangat baik dalam hal keberlanjutan, karena tanah, tanaman, dan manusia menjadi lebih sehat. Pertanian organik, seperti tren hidup sehat, semakin populer di kalangan masyarakat luas.
Ini berarti nutrisi seperti nitrogen dan karbon, yang kurang mudah menguap, hilang. Erosi tanah dan penggunaan pestisida berbahaya adalah konsekuensi dari metode pertanian tradisional, yang hanya akan diberantas setelah berabad-abad. Pertimbangkan DDT, yang, terlepas dari penampilannya, sangat berbahaya bagi kesehatan Anda. Terlepas dari kenyataan bahwa DDT telah dilarang selama beberapa tahun, itu masih ditemukan di hampir semua air, manusia, dan hewan di seluruh dunia. Pengendali hama buatan saat ini menjadi semakin tidak efektif dari waktu ke waktu, sehingga memerlukan peningkatan dosis atau pengembangan metode alternatif.
Semangat membangun pertanian di indonesia mewujudkan Nawacita Presiden Republik Indonesia untuk mencapai kemandirian ekonomi. Pertanian organik sedang dibangkitkan kembali oleh Kementerian Pertanian yang mengakui manfaat lingkungan. Karena penggunaan pupuk anorganik yang terus menerus, sistem ini mampu meningkatkan kualitas lahan terdegradasi.
Lebih dari 22 tahun, Institut Rodale membandingkan pertanian konvensional, pertanian berbasis hewani organik, dan pertanian berbasis kacang-kacangan organik dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2005. Studi tersebut menemukan bahwa sementara budidaya jagung dan kedelai menghasilkan jumlah yang kira-kira sama dari ketiganya, pertanian organik berbasis pada kacang-kacangan dan hewan membutuhkan energi fosil yang jauh lebih sedikit. Kesadaran lingkungan yang meningkat dari populasi manusia modern telah mengubah gerakan organik, yang sebelumnya dikendalikan oleh pasokan dan sekarang dikendalikan oleh permintaan pasar.
Beras yang terbuat dari beras organik juga bisa bertahan dua kali lebih lama dari beras yang terbuat dari beras konvensional. Pada tahun 2000, misalnya, sebuah restoran mengubah 85 persen bahan-bahannya menjadi organik tanpa menaikkan harga untuk pelanggannya. Pemilik restoran juga menyatakan bahwa harga makanan hasil pertanian organik telah menurun sejak tahun 2000, dan menemukan makanan organik dengan harga yang wajar tidak lagi menjadi masalah.
Pertanian organik penting untuk memperbaiki ekosistem pertanian yang semakin rusak akibat paparan zat sintetis atau kimia seperti pestisida, bukan hanya karena nilai ekonominya yang tinggi. Pertanian organik, tidak seperti pertanian konvensional, tidak menggunakan pestisida sintetis. Pestisida sintetis membahayakan lingkungan dan kesehatan manusia dengan berbagai cara. Jika terpapar langsung, anak kecil menghadapi risiko kesehatan yang lebih besar daripada orang dewasa.
Sayangnya, pangsa pasar hasil perkebunan organik di Indonesia belum terlacak. Meski masih kurangnya kesadaran akan produk organik di Indonesia, namun sebagian masyarakat sudah menyadari pentingnya mengonsumsi makanan yang aman dan sehat. Alhasil, produk organik memiliki masa depan cerah di depan mereka, baik di pasar domestik maupun internasional.
Pertanian organik tidak dapat didefinisikan sebagai penggunaan input non-pertanian yang mengakibatkan degradasi sumber daya alam. Sistem pertanian yang tidak menggunakan input eksternal tetapi mengikuti aturan pertanian organik, di sisi lain, dapat diklasifikasikan sebagai pertanian organik bahkan jika agroekosistem tidak menerima sertifikasi organik. Sistem pertanian organik memiliki keunggulan dalam mendukung keseimbangan ekosistem selain meningkatkan kesuburan tanah dan produksi tanaman dan ternak. Ini dapat menurunkan biaya penggunaan bahan kimia seperti pupuk dan pestisida dari sudut pandang ekonomi. Jika dibandingkan dengan produk pertanian intensif atau kimia, produk organik seperti buah, sayuran, dan beras juga lebih mahal.
Jika ekosistem sudah rusak, harus diperbaiki dulu.Pengelolaan pertanian yang berwawasan lingkungan memerlukan pemanfaatan sumber daya alam yang paling efisien, jangka panjang, dan menguntungkan untuk memastikan bahwa sumber daya tersebut dapat digunakan untuk kepentingan generasi sekarang dan yang akan datang. Tanaman penutup seperti kacang-kacangan, kacang-kacangan, dan jerami kembali dengan sedikit kotoran unggas ditambahkan dapat memenuhi kebutuhan pupuk tanaman. Jika tanah dibiarkan begitu saja, ia akan mampu mempertahankan kesuburan alaminya sesuai dengan siklus hidup tumbuhan dan hewan.
Organisasi tani, seperti kelompok tani, koperasi, asosiasi, dan korporasi, tetap vital. Namun yang terpenting adalah kelembagaan petani mampu memperkuat posisi tawar petani.
Dalam jangka pendek, pengembangan sistem pertanian organik di masa depan harus difokuskan pada daerah-daerah di mana sistem pertanian lokal-tradisional masih ada. Kopi, teh, beras lokal berkualitas baik, tanaman rempah-rempah dan obat-obatan, serta sayuran dan buah-buahan, semuanya merupakan komoditas yang memungkinkan. Kakao, lada, dan jambu mete adalah contoh tanaman yang bisa ditanam secara organik. Integrasi tanaman-ternak adalah pilihan lain yang akan dijajaki di masa depan. Namun, ketika petani menjual gabah atau beras organik di pasar, ia mengklaim bahwa para pedagang hanya menilainya pada tingkat yang sama dengan gabah atau beras biasa.